• Sanoebari

Mengenal AIDA, Strategi Pesan Marketing Paling Efektif


AIDA, Strategi Pesan Marketing Paling Efektif

Foto: Canva


Merancang pesan yang mampu menciptakan pengaruh bagi khalayak sudah menjadi tujuan banyak pemasar maupun pengiklan. Namun, dalam proses penyampaian pesan dari sisi pemasar maupun pengiklan kepada khalayak tentunya akan melewati beberapa tahapan, mulai dari koginitif hingga konatif. Salah satu model komunikasi yang sangat terkenal untuk menjelaskan tahapan hirarki efek dari sebuah pesan kepada khalayak adalah AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action).


Seperti yang dijelaskan oleh Kotler dan Keller, model AIDA merupakan suatu pesan yang harus mendapatkan perhatian, menjadi ketertarikan, menjadi minat, dan mengambil tindakan. Jadi, AIDA adalah tahapan efek yang akan dilalui oleh seseorang setelah mendapatkan pesan--yang kebanyakan dikaitkan dengan pesan pemasaran, mulai dari tahap kognitif, afektif, hingga konatif, sehingga tercapainya tujuan dari pesan tersebut.


Lalu, apa saja tahapan dari model AIDA?


Mengenal AIDA, Strategi Pesan Marketing Paling Efektif

Gambar: Sanoebari


1. Attention (Perhatian)


Sebelum khalayak berpikir untuk membeli produk atau jasa kita, tentunya khalayak harus mengetahui terlebih dahulu, sebenarnya apa produk dan jasa yang kita tawarkan? Itu mengapa, tahap kesadaran menjadi kunci paling awal untuk memulai proses identifikasi pesan, kita harus memenuhi unsur kognitif khalayak terlebih dahulu dengan membuat mereka yang tidak mengenal produk kita, menjadi mengetahui lebih dalam.


Jika diterapkan dalam strategi pemasaran, tahap kesadaran akan membawa kita pada beberapa pertanyaan, seperti: apa cara yang akan kita lakukan untuk membuat khalayak mengenal kita? Bagaimana pesannya? Di mana kanal yang tepat untuk menyalurkan pesan? Seperti apa kampanye merek yang akan kita jalankan? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut akan mengarah pada sebuah strategi untuk membangun kesadaran khalayak tentang produk atau jasa kita.


Contoh dari tahap kesadaran adalah ketika kita hendak meluncurkan produk terbaru yang masih asing di pasaran. Tentu sebelum produk itu diluncurkan, kita ingin khalayak tahu terlebih dahulu tentang produk tersebut. Untuk itu, kita bisa mulai melakukan aktivitas promosi secara reguler, contohnya membuat konten rutin di media sosial, menulis artikel yang berkaitan dengan bisnis kita di situs web, meluncurkan podcast atau webinar gratis, hingga memasang iklan di media. Kita juga bisa melakukan strategi relasi media dengan mengundang jurnalis untuk mengulas tentang produk kita agar mampu menjangkau khalayak yang lebih luas.


Kita belum bisa mengharapkan penjualan dalam tahap ini, namun ketika kita tahu bahwa khalayak mulai mengenal dan mengingat produk atau jasa kita, tahap ini dapat dikatakan berhasil dilampaui.


2. Interest (Ketertarikan)


Ketika khalayak sudah mengenal produk atau jasa kita, tahap selanjutnya adalah membuat mereka tertarik. Lagi-lagi, jangan memikirkan penjualan terlebih dahulu. Pada tahap ini, tujuan kita adalah membuat khalayak mencari tahu lebih jauh tentang produk atau jasa kita berdasarkan pesan yang telah kita rumuskan pada tahap membangun kesadaran. Ibarat kita mau deketin gebetan, jangan ujug-ujug nembak dong, kita juga harus pancing dia terus supaya dia tertarik buat kepoin kita. Nah, pada tahap ini, aktivitas yang kita lakukan pun akan menjadi lebih kompleks dari sebelumnya.


Menyambung contoh peluncuran produk tadi, sembari terus membangun kesadaran khalayak, kita bisa mulai menawarkan sesuatu yang bisa menarik minat mereka sebelum produk diluncurkan. Misalnya, kita bisa mengajak mereka untuk berlangganan info dan pembaharuan di situs web kita, sehingga kita memiliki data khalayak yang menujukkan ketertarikan akan produk kita.


Selanjutnya, kita mulai bisa mengirimkan e-mail siaran atau newsletter tentang promosi yang kita tawarkan. Contohnya, jika mereka membeli produk kita saat acara peluncuran, mereka akan mendapatkan diskon 50%. Tak cuma itu, berilah penawaran yang lebih menarik lagi, seperti konsultasi gratis, perawatan cuma-cuma, dan lebih banyak lagi. Selain melalui e-mail, kita juga bisa mengirim Direct Message (DM) melalui media sosial untuk memberikan penawaran kepada khalayak yang sudah follow maupun likes postingan kita. Memang cukup melelahkan, tapi pendekatan secara personal selalu meninggalkan efek yang lebih baik. Di sisi lain, kita pun bisa sembari melihat reaksi pasar akan promosi yang kita lakukan. Lebih bagus lagi kalau mereka mau kasih feedback secara langsung!


3. Desire (Hasrat)


Setelah membuat khalayak tertarik, tugas kita selanjutnya adalah membuat mereka menyukai produk atau jasa kita. Nah, sekarang tahapan kita sudah memasuki ranah afektif, tentu aktivitas yang kita lakukan harus lebih optimal lagi. Kita harus memikirkan hal apa yang membuat produk atau jasa kita disukai dan dibutuhkan oleh khalayak? Apa yang membuat produk atau jasa kita berbeda sehingga khalayak akan memilih kita dibanding milik kompetitor? Bagaimana membuat koneksi emosional dengan mereka?


Dalam tahap ini, kita bisa menjalankan kampanye aktif melalui media sosial, bekerja sama dengan para influencers maupun figur publik yang sesuai dengan target khalayak kita, hingga memberikan lebih banyak penawaran. Jangan lupa, sisipkan pesan tentang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Buatlah pernyataan tentang merek kita sebaik mungkin sehingga khalayak akan tahu seperti apa brand value kita. Selain itu, jalankan juga aktivitas customer services yang ramah agar khalayak dapat merasa nyaman dan mengikatkan diri dengan brand kita.


Tahap ini akan membuat produk atau jasa kita dibicarakan oleh banyak orang. Bahkan, khalayak tak lagi hanya fokus pada produk dan jasanya saja, mungkin juga mulai merasa akrab dengan brand itu sendiri.


4. Action (Aksi)


Akhirnya kita sampai pada tahap yang ditunggu-tunggu, yaitu aksi. Pada tahap ini, sejatinya kita tinggal melihat hasil dari tiga tahap yang sudah kita lewati sebelumnya, apakah aktivitas-aktivitas tersebut dapat membawa khalayak melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan kita? Misalnya, pembelian produk. Kita harus menggaungkan call to action kepada khalayak sesuai dengan tujuan kita, baik itu melalui kanal daring maupun luring. Kita juga sudah terbilang sukses untuk menggaet pelanggan dalam tahap ini, jadi proses selanjutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana membuat mereka tetap bertahan dan setia pada produk atau jasa kita?


Kita bisa melakukan beberapa aktivitas untuk ‘memanjakan’ mereka, seperti memberi diskon bagi mereka yang rutin membeli produk atau membeli di atas nominal tertentu, mengundang secara eksklusif ke acara-acara eksternal perusahaan, meminta kritik dan saran dengan potongan harga sebagai ucapan terima kasih, hingga terus mempertahankan kualitas produk atau jasa agar sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Jika tahap ini sudah berjalan lebih jauh, kita bahkan bisa membentuk komunitas berisi khalayak dengan ketertarikan yang serupa dengan produk maupun jasa yang kita tawarkan.


Nah, gimana? Sudah kenal kan dengan model pemasaran maupun periklanan AIDA? Jika bisnis Anda memerlukan teman untuk merancang strategi serta menjalankan aktivitas AIDA, Sanoebari siap membantu Anda! 




33 views